Hj Irena Handono, Pakar Kristologi, Pendiri Irena Center
Di bulan Desember ini seperti tahun-tahun sebelumnya dan sepanjang
tahun, selalu muncul pertanyaan yang ditujukan kepada saya, tentang
boleh tidaknya mengucapkan 'Selamat Natal'. Jawaban saya cukup singkat,
TIDAK!
Sebagian memberikan alasan bahwa mereka masih terikat pada
pekerjaan yang dalam posisi sulit mengelak untuk mengucap 'Selamat
Natal' pada relasi, customer, bos, atau atasan. Sebagian yang lain
beralasan karena untuk menjaga hubungan baik, kekerabatan, kekeluargaan
dengan saudara, ipar, orang tua, mertua ataupun tetangga.
Bahkan ada
yang berdalih, rekan kerja suaminya, tetangga atau kerabatnya yang
beragama Kristen, selalu hadir saat Idul Fitri, memberikan selamat dan
bahkan ikut meramaikan perayaan Idhul Fitri di rumah. Maka, 'tidak enak'
rasanya kalau harus cuek kala mereka sedang merayakan Natal. Dan
seringkali 'toleransi' dijadikan dalih untuk menempatkan Muslim pada
posisi sulit sehingga terjebak untuk berpartisipasi dalam kegiatan
Natal.
Dan jawaban saya tetap tidak pernah berubah, cukup
singkat, TIDAK BOLEH!. Apapun alasan, kita tidak boleh mengucapkan
'Selamat Natal' dalam apapun kondisinya.
Kali ini kita tidak
membahas tentang Natal dari sudut sejarah. Karena insyaAllah kita sudah
mengetahui semua, bagaimana sejarah Natal dan pengaruh budaya pagan
Romawi yang kental mewarnai ritual 25 Desember ini. Namun kita akan
membahas Natal dari sisi ibadah dan dampaknya pada aqidah.
Tampilkan postingan dengan label Tau gak sih??. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tau gak sih??. Tampilkan semua postingan
Jumat, 23 Desember 2011
Minggu, 11 Desember 2011
Ternyata Napoleon Bonaparte Adalah Seorang Muslim
Voa-Khilafah.co.cc - Siapa yang tidak mengenal Napoleon Bonaparte, seorang Jendral dan Kaisar Prancis yang tenar kelahiran Ajaccio, Corsica 1769. Namanya terdapat dalam urutan ke-34 dari Seratus tokoh yang paling berpengaruh dalam sejarah yang ditulis oleh Michael H. Hart. Karier militer Napoleon menyuguhkan paradoks yang menarik. Kegeniusan gerakan taktiknya amat memukau, dan bila diukur dari segi itu semata, bisa jadi dia bisa dianggap seorang jendral terbesar sepanjang jaman. Sebagai seorang yang berkuasa dan berdaulat penuh terhadap negara Prancis sejak Agustus 1793, seharusnya ia merasa puas dengan segala apa yang telah diperolehnya itu. Tapi rupanya kemegahan dunia belum bisa memuaskan batinnya, agama yang dianutnya waktu itu ternyata tidak bisa membuat Napoleon Bonaparte merasa tenang dan damai. Akhirnya pada tanggal 02 Juli 1798, 23 tahun sebelum kematiannya ditahun 1821, Napoleon Bonaparte menyatakan ke-Islamannya di hadapan dunia Internasional. Namanya berubah menjadi ‘Aly (Ali) Napoleon Bonaparte’. Apa yang membuat Napoleon ini lebih memilih Islam daripada agama lamanya, Kristen ? Berikut penuturannya sendiri yang pernah dimuat di majalah Genuine Islam, edisi Oktober 1936 terbitan Singapura.
Langganan:
Postingan (Atom)