Saat ini mungkin kita sering mendengar, melihat atau mungkin menonton di televisi tentang acara gombalan para remaja dalam rangka merayu pasangannya. beberapa dialog yg mungkin sering kita dengar seperti yg mungkin sy tulis di bawah ini.. selamat menikmati, tp inget ya ini cuma contoh aja so jgn di praktekin. ok bry...
(berikutnya cowok disingkat co n cewek disingkat ce..)
co : Bapak kamu penjual gula ya?
ce : koq km tw sie..
co : abisnya kamu manis sih
ce : mmm....
Selasa, 10 Januari 2012
Jumat, 30 Desember 2011
Dewa Matahari di Perayaan Tahun Baru & Pandangan Islam
Setiap akhir tahun biasanya semua manusia di dunia ini tidak terkecuali
kaum Muslim mengalami wabah penyakit yang luar biasa, pengidap penyakit
ini biasanya menjadi suka menghamburkan harta untuk berhura-hura,
euforia yang berlebihan, pesta pora dengan makanan yang mewah,
minum-minum semalam penuh, lalu mendadak ngitung (3.., 2.., 1.. Dar Der
Dor!).
Wabah itu bukan flu burung, bukan juga kelaparan, tapi wabah penyakit akhir tahun yang kita biasa sebut dengan tradisi perayaan tahun baruan. Kaum muda pun tak ketinggalan merayakan tradisi ini. Kalo yang udah punya gandengan merayakan dengan jalan-jalan konvoi keliling kota, pesta di restoran, kafe, warung (emang ada ya?)
Kalo yang jomblo yaa.. tiup terompet, baik terompet milik sendiri ataupun minjem (bagi yang nggak punya duit). Kalo yang kismin, ya minimal jalan-jalan naik truk bak sapi lah, sambil teriak-teriak nggak jelas.
Dan bagi kaum adam yang normal menurut pandangan jaman ini, kesemua perayaan itu tidaklah lengkap tanpa kehadiran kaum hawa. Karena seperti kata iklan “nggak ada cewe, nggak rame”
Wabah itu bukan flu burung, bukan juga kelaparan, tapi wabah penyakit akhir tahun yang kita biasa sebut dengan tradisi perayaan tahun baruan. Kaum muda pun tak ketinggalan merayakan tradisi ini. Kalo yang udah punya gandengan merayakan dengan jalan-jalan konvoi keliling kota, pesta di restoran, kafe, warung (emang ada ya?)
Kalo yang jomblo yaa.. tiup terompet, baik terompet milik sendiri ataupun minjem (bagi yang nggak punya duit). Kalo yang kismin, ya minimal jalan-jalan naik truk bak sapi lah, sambil teriak-teriak nggak jelas.
Dan bagi kaum adam yang normal menurut pandangan jaman ini, kesemua perayaan itu tidaklah lengkap tanpa kehadiran kaum hawa. Karena seperti kata iklan “nggak ada cewe, nggak rame”
Sabtu, 24 Desember 2011
Perayaan Natal Sarat Misi, Perusak Aqidah
Natal Bersama, Tahun Baru, dan Valentine bukanlah perayaan tanpa misi Kristen. Para tokoh ummat harus tegas bersikap.
‘’Bertaubatlah,
bertaubatlah, karena bulan Desember sampai Pebruari biasanya Allah SWT
akan menimpakan bala bencana kepada negeri kita, baik berupa bencana
alam maupun bencana kemanusiaan,’’ seru KH Ma’ruf Amien, Ketua MUI.
Bencana
itu, Kyai Ma’ruf menuturkan, selain disebabkan oleh perbuatan manusia
merusak alam, juga lantaran kemusyrikan sebagian umat bahkan tokoh
Islam. Yaitu mereka aktif dalam perayaan Natal (25 Desember), Tahun Baru
(1 Januari), dan Valentine’s Day (14 Pebruari).
Ya,
tak berlebihan bila Amien Rais menyebut psikologi pemerintah kita
bermental inlander. Salah satu ekspresinya adalah ‘’mewajibkan’’ diri
mengikuti Perayaan Natal Bersama (PNB). Padahal, Islam yang menjadi
agama anutannya dan merupakan agama mayoritas di negeri ini, tidak
pernah mengemis-ngemis kepada umat agama lain untuk turut dalam acara
IFB (Iedul Fitri Bersama), IAB (Idul Adha Bersama), MNB (Maulid Nabi
Bersama), atau IMB (Isra’ Mi’raj Bersama).
Menurut
anggota Komisi Kerukunan Umat Beragama MUI, DR Adian Husaini, PNB
hanyalah mitos yang patut dipertanyakan urgensinya. Sebab, kebersamaan
ini hanyalah agenda sepihak umat lain. Umat Islam tidak merasa berhak
dan perlu menuntut serupa atas umat lain, agar mengikuti semisal IFB,
MNB, atau IAB tadi.
Langganan:
Postingan (Atom)